Selasa, 04 Oktober 2011

Kegiatan Ekonomi Konsumen Dan Produsen

KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN


A.  Perilaku Konsumen

Dalam kegiatan perekonomian teori perilaku konsumen menerangkan tentang perilaku konsumen atau pembeli dalam mengalokasikan pendapatannya. Konsumen menggunakan pendapatannya untuk mengonsumsi suatu barang atau jasa bedasarkan besarnya kepuasan dari suatu barang tersebut.

1.Pengertian konsumsi
           Dalam pengertian ilmu ekonomi, konsumsi ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Namun demikian, kita harus berhati-hati dalam menentukan apakah suatu kegiatan dalam menggunakan suatu benda tersebut termasuk ke dalam lingkup konsumsi atau tidak.
            Konsumsi secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan memakai,menggunakan,atau memanfaatkan barang atau jasa.

2.Tujuan konsumsi
            Konsumsi secara umum bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau untuk memperoleh kepuasan setinggi-tingginya dan mencapai tingkat kemakmuran.

3.Teori tingkah laku konsumen
            Teori tingkah laku konsumen dapat dibedakan dalam dua macam pendekatan,yaitu pendekatan nilai guna (utility) cardinal dan pendekatan nilai guna ordinal.
a.Pendekatan Nilai Guna (Utility) Kardinal
Disebut juga sebagai pendekatan marginal utility.Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dalam mengonsumsi suatu barang diukur secara kuantitatif dengan satuan tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dikonsumsi semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen.
            Nilai guna (utility) diartikan sebagai kepuasan atau kenikmatan yang diperoleh seseorang dari mengonsumsi barang dan jasa. Dalam membahas mengenai nilai guna, perlu dibedakan antara dua pengertian, yaitu nilai guna total dan nilai guna marginal. Nilai guna total adalah jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsikan sejumlah barang tertentu. Nilai guna marginal adalah pertambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan penggunaan satu unit barang tertentu.
            Teori harga dan nilai yang didasarkan pada prinsip puas dan tidak puas disebut sebagai teori marginal utility dikemukakan oleh H.H. Gossen. Gossen mengemukakan dua prinsip pokok analisis teori marginal utility yang dikenal dengan hukum Gossen I dan hukum Gossen II.
            Hukum Gossen I dikenal sebagai the law of diminishing marginal utility (hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun) yang menyatakan bahwa “Jika jumlah barang yang dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu terus ditambah, maka kepuasan total yang diperoleh juga bertambah. Akan tetapi, kepuasan marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan pada akhirnya tambahan kepuasan yang diperoleh akan menjadi negative dan kepuasan total menjadi berkurang.” Konsumen akan berusaha menikmati barang atau jasa yang ia konsumsi sampai puas. Setelah kepuasan dari mengonsumsi barang atau jasa berlangsung terus-menerus akhirnya kepuasan itu akan sampai pada tingkat kejenuhan. Berikut contoh kepuasan total dan kepuasan marginal dalam angka ataupun kurva. Misalkan, besarnya tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengonsumsi buah melon dalam 1 hari ditunjukan dalam tabel berikut.                                                           
Kurva Kepuasan Marginal (MU)
Jumlah Melon yang Dikonsumsi
Kepuasan Total
(TU)
Kepuasan Marginal (MU)
0
0
-
1
50
50
2
80
30
3
95
15
4
105
10
5
110
5
6
110
0
7
105
-5
8
90
-15
9
70
-20
10
40
-30
                                                                                          Dan Kepuasan Total (TU)                                                                       Contoh Kepuasan total dan kepuasan
Marginal dalam Angka
                        
Kurva kepuasan total menunjukkan jika jumlah konsumsi melon bertambah, maka kepuasan total akan bertambah. Hukum Gossen I membatasi jumlah objek konsumsi hanya terdiri atas satu jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masalah tersebut dirumuskan dalam Hukum Gossen II yang berbunyi:
Seseorang konsumen akan membagi-bagi pengeluaran uangnya untuk membeli berbagai macam barang sedemikian rupa hingga kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara seimbang.”

                        b. Pendekatan Nilai Guna Ordinal
                        Pendekatan nilai guna ordinal digunakan karena pendekatan nilai guna cardinal memiliki beberapa kelemahan, antara lain karena pendekatan cardinal bersifat sibjektif dalam penentuan nilai guna total dan nilai guna marginal.
            Kepuasan adalah sesuatu hal yang tidak mudah untuk diukur. Untuk mewujudkan prinsip pemaksiamalan kepuasan seorang konsumen dalam mengonsumsi suatu barang dengan pendapatan yang terbatas perlu adanya suatu analisis yang dikenal sebagai analisis kurva kepuasan sama. Yang meliputi dua macam kurva, yaitu kurva kepuasan sama itu sendiri dan kurva anggaran pengeluaran.
            Kurva Kepuasan sama merupakan suatu kurva yang menggambarkan berbagai gabungan barang-barang yang akan memberikan kepuasan yang sama besarnya kepada konsumen. Misalnya, barang yang akan dikonsumsi orang adalah makanan dan pakaian. Konsumen memiliki kebebasan untuk menentukan kombinasi barang yang akan dikonsumsinya. Perhatikan tabel berikut!

Tabel Kombinasi Konsumsi Makanan dan Pakaian

Gabungan Makanan dan Pakaian
Jumlah Barang
Tingkat Pengganti Marginal Makanan dan Pakaian
Makanan
Pakaian
A
16
2
-
B
12
3
4:1=4
C
9
4
3:1=3
D
5
6
4:2=2
E
3
8
2:2=1
F
2
10
1:2=0,5

            Tingkat pengganti marginal dalam tabel tersebut artinya besarnya barang (makanan) yang dikorbankan untuk menambah konsumsi barang lain (pakaian). A,B,C,D,E, atau F menunjukkan gabungan kepuasan mengonsumsi makanan dan pakaian yang pada setiap gabungan memberikan kepuasan yang sama.
Hal ini berarti gabungan mana pun yang diambil konsumen akan memberikan kepuasan yang sama besarnya.

           
Berdasarkan tabel kombinasi konsumsi makanan dan pakaian, jika dibuat kurva kepuasan sama seperti pada kurva di samping.
            Kurva disamping adalah kombinasi makanan dan pakaian yang dikonsumsi ditunjukkan pada titik A,B,C,D,E, dan F. Kombinasi dari masing-masing barang pada titik-titik tersebut memberikan kepuasan yang sama. Misalnya, antara mengonsumsi makanan 16 dan mengonsumsi pakaian 2 (titik A) dengan mengonsumsi makanan 3 dan mengonsumsi pakaian 8 (titik E) akan memberikan kepuasan yang sama.



Kurva kepuasan sama dalam gambarannya belum menunjukkan sampai dimana kemampuan konsumen untuk membeli gabungan barang-barang tersebut. Keinginan konsumen untuk membeli barang-barang tersebut dibatasi besarnya pendapan yang ia miliki, sehingga konsumen tidak dapat memperoleh semua barang yang diinginkan. Untuk itu, perlu diketahui pula besarnya kemampuan seseorang untuk membeli barang-barang tersebut yang digambarkan melalui kurva anggaran pengeluaran. Kurva anggaran pengeluaran menunjukkan berbagai gabungan barang yang dapat dibeli dengan jumlah pendapatan tertentu.
            Misalkan, untuk mengonsumsi makanan dan pakaian menyediakan uang sebesar Rp 190.000,00. Harga makanan Rp 10.000,00 setiap unit dan harga pakaian adalah Rp 25.000,00 setiap unit. Jika dibuat tabel gabungan makanan dan pakaian yang dapat dibeli konsumen dengan pendapatan Rp190.000,00 adalah sebagai berikut.

Kombinasi Makanan dan Pakaian yang Dapat Dibeli Konsumen
Gabungan
Makanan
Pakaian
A
19
0
B
14
2
C
9
4
D
4
6
E
0
7.6
            Berdasarkan tabel tersebut dapat dibuat kurva anggaran pengeluaran sebagai berikut.
            Jika konsumen membeli 19 makanan harus membayar Rp 190.000,00 dan tidak satu pakaian pun dapat dibeli seperti digambarkan pada titik A da titik E menggambarkan keadaan yang sebaliknya. Oleh sebab itu konsumen akan menggunakan pendapantannya untuk memperoleh barang-barang yang ia inginkan sampai mencapai kepuasan yang maksimal. Dengan kurva kepuasan sama dan kurva garis anggaran pengeluaran, maka dapt ditunjukkan keadaan ketika konsumen mencapai tingkat kepuasan maksimal.

            Berdasarkan kurva kepuasan sama dan kurava anggaran pengeluaran, dengan pendapatan Rp 190.000,00, harga makanan Rp 10.000,00 setiap unitnya dan harga pakaian Rp 25.000,00 setiap unitnya, untuk mengetahui kepuasan maksimal dibuat kurva sebagai berikut.
            Garis X menunjukkan garis anggaran pengeluaran dan Y menunjukkan kurva kepuasan sama. Di titik C menunjukkan bahwa gabungan barang yang memberi kepuasan maksimal. Dengan pendapatan Rp190.000,00 dapat mengonsumsi 9 buah makanan per unit dan 4 buah pakaian per unit. Jadi, seorang konsumen akan mencapai kepuasan maksimal apabila titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama.
            Syarat pemaksimalan nilai guna tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.

                         
                                                                               
Text Box: MUA  =   MUB=….MUX
   PA             PB              PX
Keterangan:        
 MU = kepuasan marginal
P = harga barang

           
4. Pola Prilaku Konsumen
                       
  1. Perilaku Konsumsi Rasional
Adalah perilaku konsumen yang didasari atas pertimbangan rasional (nalar) dalam mengonsumsi suatu produk. Konsumen dikatakan rasional, jika dalam mengonsumsi suatu barang mempertimbangkan hal-hal berikut.
1)      Produk tersebut mampu memberikan kegunaan optimal (optium utility) bagi konsumen.
2)      Produk tersebut benar-benar dibutuhkan konsumen.
3)      Mutu produk terjamin.
4)      Harga terjangakau dan sesuai dengan kemampuan konsumen yang membeli.
  1. Perilaku Konsumen Tidak Rasional
Tindakan dalam belanja dapat dikatakan tidak rasional jika seorang konsumen memutuskan membeli barang tanpa pertimbangan yang baik. Perilaku konsumen yang tidak rasional, antara lain sebagai berikut.
1)      Membeli barang hanya tertarik dengan iklannya.
2)      Tertarik membeli barang hanya karena mereknya yang terkenal.
3)      Mmebeli barang hanya karena obral atau untuk memperoleh bonus.
4)      Konsumsi hanya untuk pamer atau gengsi bukan karena kebutuhan akan barang tersebut.
  1. Kepuasan Konsumen terhadap Produk
                        Kepuasan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui produk yang dikonsumsi. Rasa puas dalam menggunakan suatu barang dapat diwujudkan dalam sifat loyal terhadap barang tersebut.
                        Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan ekspektasi konsumen, menurut Vincent Gasperz, yaitu sebagai berikut.
1)      Kebutuhan dan keinginan.
2)      Pengalaman masa lalu.
3)      Pengalaman dari teman.
4)      Komunikasi iklan dan pemasaran.

  1. Karakteristik Produk yang Diinginkan Konsumen.
                        Konsumen dalam mengonsumsi suatu produk akan memilih yang lebih baik, tidak cacat, dan tidak kadaluwarsa. Tidak semua produk yang dihasilkan akan dikonsumsi konsumen. Pada umumnya konsumen akan memilih produk yang memiliki karakteristik sebagai berikut.
1)      Lebih murah
Biasanya produk yang lebih murah harganya lebih diinginkan konsumen. Karakteristik lebih murah berkaitan dengan biaya produksi. Jika produsen bisa menghasilkan produk yang lebih murah konsumen akan lebih tertarik karena factor harga merupakan pertimbangan paling penting bagi konsumen dalam melakukan pembelian.
2)      Lebih Cepat
Karakteristik lebih cepat berkaitan dengan waktu. Konsumen menginginkan produk yang mudah didapat serta berada di mana saja sehingga konsumen tidak kerepotan dalam mengonsumsi suatu produk.
3)      Lebih Baik
Karakteristik lebih baik berkaitan dengan kualitas produk. Produk dengan kualitas lebih baik tentu akan lebih banyak dikonsumsi daripada produk yang kualitasnya kurang baik.
  1. Pengeluaran untuk Konsumsi
Besar kecilnya konsumsi yang dilakukan oleh konsumen dipengaruhi oleh factor-faktor antara lain selera, tingkat pendapatan, kebiasaan, dan sikap hidup, lingkungan tempat tinggal, dan alat distribusi.

5.  Pola Hidup Hemat
            Hidup hemat berarti gaya hidup yang tidak boros dan tidak berlebihan. Dapat dicontohkan seorang ibu yang pergi berbelanja dengan membawa daftar belanja, maka ia akan berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Lain halnya bila seorang ibu yang pergi berbelanja tanpa daftar belanja, maka ia akan berbelanja di luar yang dibutuhkan dan ini biasanya akan menimbulkan pemborosan.
            Agar dapat menerapkan pola hidup hemat perlu membuat rancangan anggaran pendapan dan belanja keluarga yang memuat jenis-jenis kebutuhan yang benar-benar penting dan harus dipenuhi.


      B.  Perilaku Produsen

Seperti halnya konsumen, produsen juga mempunyai prilaku sendiri dalam memahami pola penawaran barang. Prilaku produsen menggambarkan bagaimana memproduksi barang atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen.

1.     Pengertian dan Tujuan Produksi
Membicarakan masalah produksi tidak bisa lepas dari kata produk, produsen, dan produktif. Produk adalah barang/jasa yang dihasilkan oleh produsen. Produsen adalah orang atau badan yang berfungsi sebagai pihak yang menyediakan atau menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan produktif dapat diartikan semua usaha serta daya dan kemampuan yang bisa menunjang proses produksi. Dalam ilmu ekonomi produksi dapat diartikan setiap usaha atau kegiatan manusia untuk menciptakan atau menambah daya guna suatu benda\jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Tujuan produksi, antara lain sebagai berikut.
a.       Memperbanyak jumlah barang\jasa.
b.      Menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi.
c.       Memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan peradapan, budaya, dan teknologi.
d.      Mengganti barang yang rusak.
e.       Memenuhi pasar dalam negeri untuk kebutuhan perusahaan dan rumah tangga.
f.       Memenuhi kebutuhan pasar.
g.      Memperoleh keuntungan.
h.      Meningkatkan kemakmuran.
2.Proses Produksi dan Faktor Produksi
            Proses produksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan melalui tahap-tahap tertentu untuk menghasilkan atau menambah manfaat barang atau jasa. Melalui proses produksi akan menghasilkan barang atau jasa.
            Hasil produksi yang berupa barang atau jasa dibedakan sebagai berikut.
a)      Produk Barang
1.      Barang konsumsi (comsumption goods) adalah barang-barang yang langsung dapat digunakan untuk memuaskan kebutuhan konsumen.
2.      Barang modal (capital goods) adalah barang-barang yang berguna untuk menghasilkan barang lain. Brang modal terdiri dari barang modal yang tahan lama dan barang modal tidak tahan lama.
b)     Produk jasa
Produk jasa terdiri dari dua macam, antara lain sebagai berikut.
1.      Produk jasa langsung, misalnya perawatan dokter, pengajaran dari guru, pergelaran musik, dan sebagainya.
2.      Produk jasa tidak langsung, misalnya pengangkutan, perbankan, pergudangan, dan sebagainya.
                         Untuk melakukan kegiatan produksi diperlukan bahan-bahan yang digunakan untuk melakukan proses produksi. Bahan-bahan tersebut sebagi factor produksi. Jadi, factor produksi adalh semua unsur yang menopang usaha penciptaan niali atau usaha memperbesar niali barang atau jasa.
                        Dalam ilmu ekonomi factor produksi terdiri dari 4 macam, yaitu sebagai berikut.
  1. Faktor Produksi Tanah atau Sumber Daya Alam
Faktor produksi tanah mutlak harus ada pada setiap proses produksi. Faktor produksi tanah adalah segala sesuatu yang berasal dari alam.
  1. Faktor Produksi Tenaga Kerja
Faktor tenaga kerja disebut juga sumber daya manusia, yaitu semua kemampuan baik jasmani maupun rohani yang dapat disumbangkan untuk memungkinkan dilakukannya produksi barang atau jasa.
  1. Faktor Produksi Modal
Faktor produksi modal yang dimaksud adalah barang-barang modal yang meliputi semua jenis barang yang digunakan untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain termasuk menghasilkan jasa dan modal berupa uang yang tersedia di perusahaan untuk membeli mesin-mesin serta factor produksi lainnya.
  1. Faktor Produksi Keahlian
Dalam proses produksi, keahlian mempunyai peran yang penting dibandingkan factor produksi lainnya. Setiap tenaga kerja perlu mempunyai keahlian sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk menjalankan produksinya.

3.Faktor Produksi
            Secara matematis, fungsi produksi merupakan hubungan antara factor-faktor produksi (input) dan tingkat produksi yang diciptakan (output). Jadi, input merupakan factor-faktor produksi dan output adalah hasil yang dikeluarkan melalui proses produksi. Fungsi produksi selalu dinyatakan dalam rumus sebagai berikut.


                            Keterangan :
Q = jumlah produksi yang dihasilkan oleh factor-faktor produksi
Text Box: Q = f (L . R . K . T)f = fungsi, symbol persamaan fungsional
K = modal
L = tenaga kerja
R = sumber daya alam
T = teknologi yang digunakan        

Persamaan tersebut menyatakan bahwa besarnya jumlah produksi (output) ditentukan oleh jumlah modal, tenaga kerja, kekayaan alam, dan tingkat teknologi yang digunakan dalam proses produksi. Jika salah satu factor produksi sebagai input mengalami perubahan, maka output akan berubah sesuai dengan besar kecilnya pengaruh factor produksi yang bersangkutan terhadap outputnya.

4.Teori Produksi
            Teori produksi adalah teori yang menggambarkan hubungan antara tingkat produksi dengan input produksi. Teori produksi dapat dibedakan sebagai berikut.
a.       Teori Produksi dengan Satu Factor Input yang Berubah
Teori produksi dengan satu factor input yang berubah merupakan teori produksi yang sederhana adalah teori yang menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu barang dan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam menganalisis tentang produksi, selalu dimisalkan bahwa tiga factor produksi yaitu tanah, modal, dan keahlian tetap jumlahnya. Hanya factor produksi tenaga kerja yang berubah-ubah jumlahnya.
Suatu proses produksi diperlukan factor-faktor produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Jika salah satu faktor produksi bertambah satu unit, maka output juga akan bertambah sejumlah unit produk. Tambahan hasil yang diakibatkan oleh ditambahnya satu satuan factor produksi dalam proses produksi disebut produk marginal. Untuk mengetahui besarnya produk marginal perlu diketahui terlebih dahulu berapa penambahan jumlah tenaga kerja dan berapa penambahan produksi secara keseluruhan (penambahan total produksi).
Secara matematis prodk marginal dirumuskan sebagai berikut.
Text Box: MP = ∆TP
              ∆L
                   MP = produk marginal
      ∆TP = pertambahan produk total
      ∆L   = pertambahan tenaga kerja

           Jika tenaga kerja bertambah secara otomatis produk rata-rata yang akan bertambah, yang dirumuskan sebagai berikut.
Text Box: AP = TP
             L
                                           AP = produk rata-rata
                                           TP  = produk total
                                           L    = tenaga kerja

           Hubungan antara produk total, produk marginal, dan produk rata-rata dinyatakan dalam hukum produk marginal yang semakin menurun (the law of diminishing return) yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurut hukum ini,”Apabila factor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus-menerus ditambah sebanyak 1 unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan pada akhirnya mencapai nilai negatf.”Jadi, penigkatan produksi memiliki keterbatasan jika salah satu factor produksi jumlahnya tetap. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut!
Hubungan antara Produk Total, Produk Rata-Rata, dan Produk Marginal
Tanah (Hektare)
Tenaga kerja (Orang)
Produk total (Unit)
Produk Marginal (Unit)
Produk Rata-Rata (Unit)
Tahap Kegiatan Produksi
1
1
1
1
2
3
150
400
810
150
250
410
150
200
270
Tahap I
1
1
1
1
1
4
5
6
7
8
1080
1290
1440
1505
1520
270
210
150
65
15
270
258
240
215
180
Tahap II
1
1
9
10
1440
1300
-80
-140
160
130
Tahap III
          
            Tabel di atas menggambarkan produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang berubah-ubah. Semakin banyak tenaga kerja yang digunakan hasil yang diperoleh semakin banyak sampai pada batas tertentu. Pada tahap kegiatan produksi yang pertama penambahan jumlah tenaga kerja 1 menjadi 2, 2 menjadi 3 produk total jiga mengalami pertambahan yang semakin cepat. Setiap tambahan tenaga kerja menghasilakan tambahan produk yang lebih besar dari yang dicapai sebelumnya.
            Pada tahap kedua pertambahan tenaga kerja dari 4 sampai dengan 8 produk total tetap bertambah, tetapi jumlah pertambahannya semakin lama semakin sedikit. Pada tahap kedua inilah hukum the law of diminishing return mulai berlaku.
            Pada tahap ketiga pertambahan tenaga kerja tidak menambah produk total dan produk marginal menjadi negative. Hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut.

Kurva Produk Total, Produk Rata-Rata, dan Produk Marginal
                                                 Jumlah Produksi
                                           Tahap I                        Tahap II                       Tahap III 

b.      Teori Produksi dengan Dua Faktor Input yang Berubah
Teori yang telah dibahas menggambarkan tingkat produksi dengan perubahan satu factor produksi, yaitu tenaga kerja yang terus-menerus bertambah dengan factor produksi lainnya tetap jumlahnya. Pada tingkatan-tingkatan produksi tertentu memungkinkan terdapat dua jenis factor produksi yang dapat diubah jumlahnya.
Proses produksi akan memiliki jumlah output yang sama meskipun menggunakan kombinasi factor produksi yang berbeda. Hal ini dikarenakan satu factor produksi dapat menggantikan factor produksi yang lain. Perhatikan tabel berikut!
Tabel Kombinasi Faktor Produksi
Hasil Produksi (Unit)
Tenaga Kerja
Modal
Keterangan
1.000
1.000
1.000
1.000
3
5
7
8
8
6
4
3
Cara 1 = I
Cara 2 = II
Cara 3 = III
Cara 4 = IV
Pada tabel tersebut dimisalkan factor produksi modal dan tenaga kerja dapat saling menyubstitusi. Modal dapat menggantikan tenaga kerja dan tenaga kerja dapat menggantikan modal. Dari tabel tersebut dapat dibuat kurva produksi sama (isoquant) sebagai berikut.

             Dari kurva di samping terlihat bahwa ada empat cara produksi, yaitu cara I, II, II, IV yang mempunyai tingkat produksi yang sama yaitu 1.000 unit, meskipun menggunakan kombinasi factor produksi yang berbeda.


             Modal
     
          Perusahaan dalam melakukan produksi bertujuan untuk mencari keuntunganyang sebesar-besarnya. Untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan harus meminimalkan biaya produksi dari melali garis biaya sama atau isocost. Garis isocost menggambarkan gabungan factor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu.
        
          Misalnya, seorang produsen ingin memproduksi suatu produk sebanyak 2000 unit. Dengan biaya Rp 600.000,00. Biaya tenaga kerja adalah Rp 20.000,00 dan biaya modal per unit Rp 25.000,00. Dari biaya total sebesar Rp 600.000,00, dapat dibuat kombinasi penggunaan tenaga kerja dan modal sebagai berikut.



Kombinasi
Biaya Total
Tenaga Kerja
Modal
I
II
II
IV
Rp 600.000,00
Ro 600.000,00
Rp 600.000,00
Rp 600.000,00
-
10 (10 × 20.000 = 200.000
20 (20 × 20.000 = 400.000
30 (30 × 20.000 = 600.000
24 (24 × 25.000 = 600.000)
16 (16 × 25.000 = 400.000)
8 (8 × 25.000 = 200.000)
-




Dari tabel dapat dibuat grafik garis biaya sama sebagai berikut!
Garis TC dalam kurva di samping menunjukkan gabungan-gabungan tenaga kerja dan modal yang dapat diperoleh dengan menggunakan modal sebesar Rp 600.000,00. Kombinasi I menunjukkan dana sebanyak Rp 600.000,00 hanya dapat memperoleh sebanyak 24 unit modal dan tidak memperoleh tenaga kerja, Kombinasi II memperoleh 10 tenaga kerja dan 16 unit modal, dan seterusnya.

5. Perilaku Produsen
            Produsen atau pengusaha dalam melakukan proses produksi harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Sehingga perusahaan selaku produsen harus melakukan hal-hal sebagai berikut.
  1. Menjaga kelestarian lingkungan hidup.
  2. Memberikan sumbangan sosial.
  3. Menumbuhkan rasa saling percaya.
  4. Menghormati dan melaksanakan aturan pemerintah.
  5. Memberikan keuntungan kepada para pemegang saham.
  6. Menghindari praktik-praktik operasi yang illegal.

            Pada dasarnya pengusaha memiliki peran penting dalam kegiatan produksi dan distribusi dalam memenuhi kebutuhan bermasyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang mencukupi semua kebutuhan, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, maupun hiburan. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai oleh pengusaha pada umunya adalah bagaimana mencapai keuntungan yang maksimal.
             Misalnya, seorang pengusaha berusaha memenuhi kebutuhan konsumsi gula pasir yang dibututuhkan konsumen. Maka ia berusaha memasok kebutuhan gula bagai konsumen dengan memproduksi sesuai kebutuhan konsumen dan berusaha untuk mendapatkan bahan baku gula (tebu) dari petani-petani tebu dengan harga yang relative lebih murah, dengan tujuan untuk menekanbiaya produksi dan mendapatkan keuntungan.


C. Pelaku-Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan   Perekonomian

1.      Pelaku-Pelaku ekonomi
Dalam kehidupan ini setiap orang selalu melakukan kegiatan ekonomi yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain, sehingga terdapat beberapa pelaku kegiatan ekonomi, antara lain: Konsumen, produsen, pemerintah, dan masyarakat luar negeri.
a.      Rumah Tangga Konsumsi (Konsumen)
    Rumah Tangga konsumsi dapat disebut sebagai konsumen. Konsumen adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan konsumsi untuk memenuhi kebutuhan. Rumah tangga konsumsi membutuhkan barang dan jasa dari rumah tangga produksi. Jadi, barang dan jasa yang dihasilakan dari rumah tangga produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga konsumsi.Rumah tangga konsumen merupakan penyedia factor produksi. Mereka akan memperoleh penghasilan sewa, upah atau gaji, bunga, dan laba dari penyerahan factor produksi.Penghasilan yang mereka peroleh menjadi sumber daya beli terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Tidak semua penghasilan untuk konsumsi, sebagian untuk membayar pajak dan ditabung.
b.      Rumah Tangga Produksi (Perusahaan)
       Rumah tangga produksi adalah suatu rumah tangga ekonomi yang berfungsi memproduksi barang dan jasa untuk memenuhi kebututhan masyarakat. Untuk melakukan proses produksi dari rumah tangga konsumen dan akhirnya memperoleh output sesuai dengan keinginan. Rumah tangga produsen akan akan memperoleh pendapatan dari penjualan barang dan jasa yang diproduksinya. Sementara pengeluaran biaya operasional, pembelian factor produksi, dan pembayaran pajak kepada pemerintah.
c.       Rumah Tangga Negara (Pemerintah)
       Rumah tangga Negara adalah suatu rumah tangga ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah degan maksud mewujudkan salah satu tujuan nasional, yaitu mewujudkan kesejahteraan umum.
d.      Masyarakat Ekonomi Luar Negeri
       Masyarakat luar negeri adalah pelaku ekonomi yang sangat penting. Berbagai kerja sama dalam bidang ekonomi dilakukan dengan masyarakat luar negeri untuk mempelancar arus perdagangan.

2.     Peran Pelaku-Pelaku Ekonomi
  1. Rumah Tangga Konsumsi (Konsumsi)
Rumah tangga konsumsi memiliki beberapa peranan dalam kegiatan ekonomi yang meliputi hal-hal sebagai berikut.
    1. Sebagai Konsumen
Sebagai konsumen, rumah tangga konsumsi berperan mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi.
    1. Sebagai Pemasok atau Pemilik Faktor Produksi
Faktor produksi yang ditawarkan kepada perusahaan dapat beruapa tanah, tenaga kerja, modal, dan keahlian. Sebagai pemasok atau pemilik factor produksi, rumah tangga konsumsi juga berhak menerima imbalan berupa sewa tanah, upah atau gaji, dan laba.
    1. Sebagai Penerima Imbalan
Imbalan berupa:
a.       Sewa tanah (bagi yang menyewakan tanah)
b.      Upah atau gaji (bagi yang menjadi tenaga kerja)
c.       Bunga modal (bagi yang memberikan modal), dan
d.      Laba (bagi yang mengandalkan keahlian baik sewa, upah, bunga, dan laba).
  1. Rumah Tangga Produksi
Peranan Rumah tangga produksi dalam kegiatan ekonomi sebagai berikut.
  1. Sebagai produsen
Sebagai produsen, rumah tangga produksi menghasilkan barang dan jasa yang diperlukan oleh rumah tangga konsumsi pada khususnya masyarakat pada umumnya.
  1. Sebagai Pengguna Faktor Produksi
Supaya dapat menghasilkan barang dan jasa, perusahaan memerlukan beberapa factor produksi yang berupa SDA, bahan baku, modal, tenaga kerja, dan keahlian. Perusahaan mendapat factor-faktor produksi tersebut dari rumah tangga konsumsi.
  1. Sebagai Agen Pembangunan
Sebagai agen pembangunan, berarti rumah tangga produksi berperan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan, seperti membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas SDM, dsb.

  1. Rumah Tangga Negara (Pemerintah)

  1. Sebagai Pengatur
Pemerintah harus mengatur lalu lintas perekonomian dalam negeri untuk mrnjaga stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya kekacauan, serta hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian bagi rakyat banyak. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat UU, melakukan pengawasan, serta menetapkan kebijakan fiscal dan moneter.
  1. Sebagai Konsumen
Untuk melaksanakan tugas-tugasnya, pemerintah juga memerlukan barang dan jasa. Misalnya, untuk keperluan kantor dan dan instansi, pemerintah memerlukan berbagai peralatan. Selain itu, untuk kesejahteraan rakyat pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk menyediakan sarana dan prasarana publik, seperti jalan, jembatan, rumah sakit, sekolah, dsb.
  1. Sebagai Produsen (Investor)
Pemerintah juga bertindak sebagai produsen dengan menjalankan berbagai perusahaan milik Negara. Khususnya produksi barang dan jasa yang vital bagi kepentingan Negara dan bagi kesejahteraan masyarakat.
Seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN), Pertamina, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dsb.

  1. Masyarakat Ekonomi Luar Negeri

  1. Sebagai Konsumen
Sebagai konsumen dari produk barang dan jasa yang dihasilkan yaitu barang dan jasa kita ekspor ke luar negeri.
  1. Sebagai Produsen
Artinya mereka mengekspor barang kepada Negara kita dan kita mengonsumsinya dengan cara menginpor barang dan jasa yang mereka hasilkan.
  1. Sebagai Investor
Artinya mereka bertindak sebagai penanam modal, hal ini dikarenakan mereka mempunyai dana yang lebih banyak.
  1. Sebagai Sumber Tenaga Ahli
Negara-negara maju banyak memiliki tenaga-tenaga ahli di setiap bidang pekerjaaan. Untuk memenuhi kekurangan tenaga-tenaga ahli di dalam negeri, kita memenuhinya dari Negara-negara maju tersebut.



D. Hubungan Antarpelaku Ekonomi

1.     Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi (Circular Flow Diagram)
Diagram interaksi pelaku ekonomi adalah suatu diagram yang menyatakan hubungan antar pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian.

a.      Kegiatan Ekonomi Sederhana (Dua Sektor)
Hanya dilakukan dua sector pelaku ekonomi, yaitu rumah tangga produksi (RTP) dan rumah tangga konsumsi (RTK). Sektor pemerintah dalam hal ini berperan sebagai sector rumah tangga ataupun perusahaan.
Perhatikan seperti gambar berikut!


Rumah tangga konsumen memerlukan barang dan jasa untuk konsumsi yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi (perusahaan).Untuk mendapatkannya konsumen harus membelinya dari perusahaan.Disisi lain perusahaan memerlukan faktor produksi untuk menjalankan kegiatan produksinya,yang meliputi alam,tenaga kerja,modal,dan keahlian diperoleh dari konsumen,kemudian konsumen akan mendapatkan sewa,upah/bunga/laba.Seperti yang terlihat dalam diagram diatas,kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang berkelanjutan satu sama lain saling berhubungan.
b.      Kegiatan Ekonomi Dengan Campur Tangan Pemerintah ( Tiga Sektor)

Terdiri dari tiga pelaku ekonomi,yaitu perusahaan,konsumen,dan pemerintah.Campur tangan pemerintah akan menimbulkan tiga arus baru dalam perekonomian,yaitu:
1)       Arus pembayaran pajak.
2)       Arus pengeluaran dari pemerintah.
3)       Arus pembayaran dari pemerintah.
Dapat digambarkan sebagai berikut.




       Rumah tangga konsumsi (konsumen) menerima pendapatan dari perusahan dan pemerintah, yang digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan dan membayar pajak kepada pemerintah.Perusahaan menerima pembayaran dari pemerintah dan konsumen atas barang dan jasa yang telah diproduksinya,dan membayar biaya atas faktor produksi kepada konsumen serta membayar pajak kepada pemerintah. Pemerintah memperoleh pendapatan pajak dari konsumen dan perusahaan yang digunakan untuk membayar gaji atau upah kepada konsumen, membeli barang atau jasa dari perusahaan,dan pembayaran berupa transfer kepada rumah tangga guna retsribusi pendapatan.


c.       Kegiatan Ekonomi Terbuka ( Empat Sektor )
Terdiri dari empat pelaku ekonomi yaitu perusahaan,konsumen,pemerintah,dan masyarakat luar negeri.Dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut.






Kegiatan ekonomi empat sektor merupakan perluasan dari kegiatan ekonomi sebelumnya. Setiap pelaku ekonomi dapat melakukan hubungan dengan masyarakat luar negeri.Rumah tangga konsumsi (konsumen) selain membeli barang dan jasa dari perusahaan domestic juga dapat membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor).Perusahaan pun juga dapat membeli barang atau jasa dari luar negeri (impor).Sebaliknya perusahaan dapat menjual barang atau jasa keluar negeri (ekspor).
2.     Manfaat Diagram Interaksi Pelaku Ekonomi

a)      Bagi pemerintah
1)      Sebagai media untuk mengendalikan stabilitas ekonomi.
2)      Sebagai alat Bantu dalam mengawasi dan mengatur kebutuhan barang/jasa dalam dan luar negeri (ekspor-impor).
3)      Untuk menentukan pola pembangunan nasional.
4)      Mengetahi perhitungan dan distribusi pendapatan dan produksi nasional.
5)      Mengetahui gambaran tantang arus investasi dan dana pembayaran dari dalam atau luar negeri.
6)      Pengawasan devisa Negara terhadap neraca pembayaran luar negeri.
7)      Mencari bentuk/struktur ekonomi nasional dengan perkembangan globalisaai ekonomi.
8)      Mengetahui sumber-sumber penerimaan Negara.
9)      Menjalin hubungan kerja sama internasional dengan Negara lain.
10)  Mengetahui hak-hak dan kewajiban Negara terhadap pelaku ekonomi lainnya.

b)     Bagi Masyarakat
1)      Sebagai media untuk mengetahui sumber-sumber produk barang atau jasa yang dibutuhkan.
2)      Sebagai mediator untuk mengetahui jenis pekerjaan yang dapat dilakukan masyarakat untuk memperoleh penghasilan.
3)      Untuk mengetahui sumber penghasil produk yang dibutuhkan dan menawarkan faktor produksi yang dimiliki.




E. Sekilas Info

Analisis Pemikiran Para Ahli Filsafat
http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080608-1519-butirbutira10.png                                                                  http://yohanli.files.wordpress.com/2008/08/080608-1519-butirbutira11.png                                                                                               Plato (427-347 B.C)                                                             Xenophon (440-355 B.C)
                                                   
Pemikiran dari para ahli filsafat telah mempengaruhi pemikiran para ekonom sesudahnya. Teori ekonomi telah dibangun selama berabad-abad dan terus disempurnakan hingga saat ini. Para ahli filsafat telah mengupas dasar-dasar pemikiran ekonomi yang kelak akan dianut, diuji dan diperbaharui oleh para ilmuwan di masa selanjutnya.
Pemikiran teori ilmu ekonomi telah dirintis oleh para ahli filsafat, dimulai dari ahli filsafat Yunani. Adam Smith (1723-1790) sendiri sebenarnya adalah seorang ilmuwan di bidang filsafat. Sebenarnya ilmu ekonomi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan ilmu filsafat. Jadi ilmu ekonomi merupakan perkembangan dari ilmu filsafat. Oleh karenanya sangat perlu mempelajari pemikiran dari para ahli filsafat untuk menambah khazanah pengetahuan. 
Xenophon (440-355 B.C.) dan Plato (427-347 B.C) berkontribusi pada awal pemikiran teori ekonomi mengenai untung ruginya pembagian pekerjaan. Dalam karya Plato (427-347 B.C) berjudul Republic mendukung negara-kota ideal yang dikuasai oleh kumpulan raja yang bijaksana. Pemikiran dari para ahli filsafat inilah yang memulai pemikiran awal mengenai ekonomi, di dalam uraian Plato (427-347 B.C) dikemukakan bahwa dengan adanya pembagian kerja maka dapat memberikan kesempatan kepada manusia untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan pembawaanya.
 Pemikiran Plato (427-347 B.C) sedikit banyak juga mempengaruhi pemikiran Adam Smith (1723-1790) yang mengusulkan sistem perekonomian pasar bebas. Walaupun demikian para ilmuwan penganut paham perekonomian pasar bebas menganggap bahwa pemikiran Plato (427-347 B.C) tidak mendukung kebebasan pasar karena adanya peranan pemerintahan yang kuat dalam mengatur ekonomi. Hal ini berbeda dengan pemikiran Aristoteles (384-322 B.C.) yang memberikan dukungan terhadap kebebasan dan sangat mempengaruhi pemikiran Adam Smith (1723-1790) mengenai pembatasan peran pemerintah.




1 komentar:

  1. postingannya bagus tapi sayang tulisan nya bikin pedes mata ...
    haha pakai yg biasa aja seperti arial .

    BalasHapus